Rabu, 11 Desember 2019

Resistor

Resistor, Karakteristik, Nilai Dan Fungsinya

Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistor juga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut.

Simbol Resistor

Berikut adalah simbol resistor dalam bentukgambar ynag sering digunakan dalam suatu desain rangkaian elektronika
Resistor dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistorjenis potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.

Kapasitas Daya Resistor

Kapasitas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar. Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan untuk menghindari resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.

Nilai Toleransi Resistor

Toleransi resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut. Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).
Nilai toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya resistor 5% dan resistor 1%.

Jenis-Jenis Resistor

Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam atau resistor metal film.

1. Resistor Kawat (Wirewound Resistor)
Resistor kawat atau wirewound resistor merupakan resistor yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan. Sehingga nilai resistansiresistor ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. Resistor jenis ini pada umumnya dibuat dengan kapasitas daya yang besar.

2.Resistor Arang (Carbon Resistor)
Resistor arang atau resistor karbon merupakan resistor yang dibuat dengan bahan utama batang arang atau karbon. Resistor karbon ini merupakan resistor yang banyak digunakan dan banyak diperjual belikan. Dipasaran resistor jenis ini dapat kita jumpai dengan kapasitas daya 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt, 2 Watt dan 3 Watt.


  1. Resistor Oksida Logam (Metal Film Resistor)

Resistor oksida logam atau lebih dikenal dengan nama resistor metal film merupakan resistor yang dibuah dengan bahan utama oksida logam yang memiliki karakteristik lebih baik. Resistor metal film ini dapat ditemui dengan nilai tolerasni 1% dan 2%. Bentuk fisik resistor metal film ini mirip denganresistor kabon hanya beda warna dan jumlah cicin warna yang digunakan dalam penilaian resistor tersebut. Sama seperti resistorkarbon, resistor metal film ini juga diproduksi dalam beberapa kapasitas daya yaitu 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt. Resistor metal film ini banyak digunakan untuk keperluan pengukuran, perangkat industri dan perangkat militer.
Kemudian berdasarkan nilai resistansinya resistor dibedakan menjadi 2 jenis yaitu resistor tetap (Fixed Resistor) dan resistor tidak tetap (Variable Resistor)
  1. Resistor Tetap(Fixed Resistor)

Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Resistor jenis ini biasa digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai pembatas arus dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor tetap dapat kita temui dalam beberpa jenis, seperti :
  • Metal Film Resistor
  • Metal Oxide Resistor
  • Carbon Film Resistor
  • Ceramic Encased Wirewound
  • Economy Wirewound
  • Zero Ohm Jumper Wire
  • S I P Resistor Network
  1. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Resistor tidak tetap atau variable resistor terdiridari 2 tipe yaitu :
  • Pontensiometer, tipe variable resistor yang dapat diatur nilai resistansinya secara langsung karena telah dilengkapi dengan tuas kontrol. Potensiometer terdiri dari 2 jenis yaitu Potensiometer Linier dan Potensiometer Logaritmis
  • Trimer Potensiometer, yaitu tipe variable resistor yang membutuhkan alat bantu (obeng) dalam mengatur nilai resistansinya. Pada umumnya resistor jenis ini disebut dengan istilah “Trimer Potensiometer atau VR”
  • Thermistor, yaitu tipe resistor variable yangnilairesistansinya akan berubah mengikuti suhu disekitar resistor. Thermistor terdiri dari 2 jenis yaitu NTC dan PTC. Untuk lebih detilnya thermistor akan dibahas dalam artikel yang lain.
  • LDR (Light Depending Resistor), yaitu tipe resistor variabel yang nilai resistansinya akan berubah mengikuti cahaya yang diterima oleh LDR tersebut.
Jenis-jenis resistor tetap dan variable diatas akan dibahas lebih detil dalam artikel yang lain.

Menghitung Nilai Resistor

Nilai resistor dapat diketahui dengan kode warna dan kode huruf pada resistor. Resistor dengan nilai resistansi ditentukan dengan kode warna dapat ditemukan pada resistor tetap dengan kapasitas daya rendah, sedangkan nilai resistor yang ditentukan dengan kode huruf dapat ditemui pada resistor tetap daaya besar dan resistor variable.

Kode Warna Resistor

Cicin warna yang terdapat pada resistor terdiri dari 4 ring 5 dan 6 ring warna. Dari cicin warna yang terdapat dari suatu resistor tersebut memiliki arti dan nilai dimana nilai resistansi resistor dengan kode warna yaitu :
  1. Resistor Dengan 4 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1 dan ke 2 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 3 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warnake 4 menunjukan nilai toleransi resistor.
  1. Resistor Dengan 5 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1, ke 2 dan ke 3 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 4 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warna ke 5 menunjukan nilai toleransi resistor.
  1. Resistor Dengan 6 Cincin Warna

Resistor dengan 6 cicin warna pada prinsipnya sama dengan resistor dengan 5 cincin warna dalam menentukan nilai resistansinya. Cincin ke 6 menentukan coefisien temperatur yaitu temperatur maksimum yang diijinkan untuk resistor tersebut.

Kode Huruf Resistor

Resistor dengan kode huruf dapat kita baca nilai resistansinya dengan mudah karenanilia resistansi dituliskan secara langsung. Pad umumnya resistor yang dituliskan dengan kode huruf memiliki urutan penulisan kapasitas daya, nilai resistansi dan toleransi resistor. Kode huruf digunakan untuk penulisan nilai resistansi dan toleransi resistor.

Kode Huruf Untuk Nilai Resistansi :
  • R, berarti x1 (Ohm)
  • K, berarti x1000 (KOhm)
  • M, berarti x 1000000 (MOhm)
Kode Huruf Untuk Nilai Toleransi :
  • F, untuk toleransi 1%
  • G, untuk toleransi 2%
  • J, untuk toleransi 5%
  • K, untuk toleransi 10%
  • M, untuk toleransi 20%
Dalam menentukan suatu resistor dalam suatu rangkaian elektronika yang harus diingat selain menentukan nilai resistansinya adalah menentukankan kapasitas daya dan toleransinya. Hal ini berkaitan dengan harga jual resistor dipasaran dan luas area yang dibutuhkan dalam meletakan resistor pada rangkaian elektronika. Untuk jenis-jenis resistor keperluan khusus dan resistor dengan karakteristik khusus akan dibahas dalam artikel lain.





OSI Layer

Pengertian OSI Layer Beserta Kegunaan dan Cara Kerja OSI Layer
Pada jaman dahulu sebelum terciptanya OSI, melakukan sebuah komunikasi pada jaringan komputer tidaklah mudah sebab masing-masing vendor dan developer di masa itu menggunakan protokol jaringan mereka masing-masing, sehingga menyulitkan pengguna ketika akan melakukan pertukaran data dari suatu komputer dengan komputer lain disebabkan karena protokol jaringan yang dimiliki masing-masing komputer tersebut berbeda.
Melihat hal tersebut, pada tahun 1980-an badan standarisasi internasional yaitu International Organization for Standardization (ISO) membuat sebuah model referensi yang disebut OSI yang terdiri dari tujuh layer.
Setiap layer memiliki perannya masing-masing sehingga disaat ini kita tidak perlu khawatir mengenai masalah protokol komputer apa yang akan anda gunakan untuk dapat berkomunikasi dengan teman anda. Untuk lebih jelas mengenai pengertian OSI layer atau model OSI, tujuh layernya dan bagaimana cara kerjanya, simak penjelesan berikut ini.

Pengertian OSI Layer (Model OSI)

Open System Interconnection atau biasa disingkat OSI adalah sebuah model referensi dalam bentuk kerangka konseptual yang mendefinisikan standar koneksi untuk sebuah komputer.
Tujuan dibuatnya model referensi OSI ini adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya khusus dari si pengguna.

Ketujuh Layer pada Model OSI
Pada prosesnya model OSI dibagi menjadi tujuh layer yang mana tiap layer tersebut memiliki peran yang saling terkait antara layer diatas dengan layer yang dibawahnya. Berikut ini penjelasan mengenai tujuh layer OSI.

1. Physical Layer

Physical layer merupakan layer pertama atau yang terendah dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab untuk mentransmisikan bit data digital dari physical layer perangkat pengirim (sumber) menuju ke physical layer perangkat penerima (tujuan) melalui media komunikasi jaringan.
Pada physical layer data ditransmisikan menggunakan jenis sinyal yang didukung oleh media fisik, seperti tegangan listrik, kabel, frekuensi radio atau infrared maupun cahaya biasa.

2. Data Link Layer

Data link layer bertanggung jawab untuk memeriksa kesalahan yang mungkin terjadi pada saat proses transmisi data dan juga membungkus bit kedalam bentuk data frame. Data link layer juga mengelola skema pengalamatan fisik seperti alamat MAC pada suatu jaringan. Data link layer merupakan salah satu layer OSI yang cukup kompleks, oleh karena itu layer ini kemudian dibagi lagi menjadi dua sublayer, yaitu layer Media Access Control (MAC) dan Layer Logical Link Control (LLC).
Layer Media Access Control (MAC) bertanggung jawab untuk mengendalikan bagaimana sebuah perangkat pada suatu jaringan memperoleh akses ke medium dan izin untuk melakukan transmisi data. Layer Logical Link Control (LLC) bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan membungkus protokol network layer dan mengontrol pemeriksaan kesalahan dan juga melakukan sinkronisasi pada frame.

3. Network Layer

Network layer bertanggung jawab untuk menetapkan jalur yang akan digunakan untuk melakukan transfer data antar perangkat di dalam suatu jaringan. Router jaringan beroperasi pada layer ini, yang mana juga menjadi fungsi utama pada layer network dalam hal melakukan routing.
Routing memungkinkan paket dipindahkan antar komputer yang terhubung satu sama lain. Untuk mendukung proses routing ini, network layer menyimpan alamat logis seperti alamat IP untuk setiap perangkat pada jaringan. Layer Network juga mengelola pemetaan antara alamat logikal dan alamat fisik. Dalam jaringan IP, pemetaan ini dilakukan melalui Address Resolution Protocol (ARP).

4. Transport Layer

Transport layer bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan antara dua atau lebih host didalam jaringan. Transport layer juga menangani pemecahan dan penggabungan pesan dan juga mengontrol kehandalan jalur koneksi yang diberikan. Protokol TCP merupakan contoh yang paling sering digunakan pada transport layer.

5. Session Layer

Session layer bertanggung jawab untuk mengendalikan sesi koneksi dialog seperti menetapkan, mengelola dan memutuskan koneksi antar komputer. Untuk dapat membentuk sebuah sesi komunikasi, session layer menggunakan sirkuit virtual yang dibuat oleh transport layer.

6. Presentation Layer

Presentation layer bertanggung jawab untuk mendefinisikan sintaks yang digunakan host jaringan untuk berkomunikasi. Presentation layer juga melakukan proses enkripsi/ dekripsi informasi atau data sehingga mampu digunakan pada lapisan aplikasi.

7. Application Layer

Application layer merupakan lapisan paling atas dari model OSI dan bertanggung jawab untuk menyediakan sebuah interface antara protokol jaringan dengan aplikasi yang ada pada komputer. Application layer menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh aplikasi, seperti menyediakan sebuah interface untuk Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Pada bagian sinilah dimana aplikasi saling terkait dengan jaringan.

Cara Kerja OSI Layer

Proses berjalannya data dari suatu host ke host lain pada sebuah jaringan terbilang cukup panjang, semua data tersebut harus melalui setiap layer dari OSI untuk dapat sampai ke host tujuan. Contoh misalnya ketika anda akan mengirimkan sebuah email ke komputer lain pada sebuah jaringan komputer.
Proses yang terjadi pertama adalah pada application layer, yaitu menyediakan program aplikasi email yang akan digunakan untuk mengirim data ke komputer lain melalui jaringan. Pada presentation layer email tersebut kemudian dikonversi menjadi sebuah format jaringan. Kemudian pada session layer akan dibentuk sebuah sesi perjalanan data tersebut dari mulai dibentuk hingga selesainya proses pengiriman.
Cara Kerja OSI Layer
Pada transport layer data tersebut dipecah menjadi bagian-bagian kecil lalu kemudian akan dikumpulkan kembali pada transport layer si penerima. Pada network layer akan dibuatkan sebuah alamat dan ditentukan jalan yang akan dilalui oleh data tersebut untuk dapat sampai ke tujuan. Pada data link layer data tersebut dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan penerima akan di tetapkan.

Kemudian pada layer terakhir physical layer mengirimkan data tersebut melalui sebuah medium jaringan, menuju ke lapisan transport si penerima. Lalu kemudian alur yang sama terjadi pada komputer tujuan namun dimulai dari layer paling bawah (physical layer) hingga ke layer paling atas (application layer).
Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian OSI layer dan bagaimana cara kerjanya. Memahami bagaimana layer OSI bekerja dapat meningkatkan pemahaman anda mengenai bagaimana suatu jaringan komputer bekerja dan protokol-protokol yang bekerja didalamnya.

Jaringan

PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER
Pengertian Jaringan    

 Dengan semakin berkembangnya kebutuhan pengolahan data dan informasi, dalam sebuah organisasi dibutuhkan lebih dari satu komputer yang digunakan oleh banyak orang yang bekerja dalam sebuah tim. untuk saling bertukar data dan informasi, maka komputer-komputer yang digunakan akan dihubungkan satu dengan lainnya. kumpulan komputer yang saling terhubung disebut sebagai jaringan komputer.


     Dengan penggunaan jaringan komputer beberapa keuntungan yang didapat, diantaranya :

1.  Membagi sumber daya

      Dengan jaringan sumber daya yang dapat digunakan secara bersamaan. misalkan anda menggunakan sebuah komputer dan mengakses data dikomputer lain seolah-olah data tersebut berada dikomputer yang anda gunakan.

2.  Reliabilitas tinggi

      Dengan menggunakan jaringan komputer anda mendapatkan reliabilitas tinggi dengan memiliki sumber daya alternatif. misalnya data yang digunakan dapat disimpan ata

  PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER
Pengertian Jaringan    

 Dengan semakin berkembangnya kebutuhan pengolahan data dan informasi, dalam sebuah organisasi dibutuhkan lebih dari satu komputer yang digunakan oleh banyak orang yang bekerja dalam sebuah tim. untuk saling bertukar data dan informasi, maka komputer-komputer yang digunakan akan dihubungkan satu dengan lainnya. kumpulan komputer yang saling terhubung disebut sebagai jaringan komputer.


     Dengan penggunaan jaringan komputer beberapa keuntungan yang didapat, diantaranya :

1.  Membagi sumber daya

      Dengan jaringan sumber daya yang dapat digunakan secara bersamaan. misalkan anda menggunakan sebuah komputer dan mengakses data dikomputer lain seolah-olah data tersebut berada dikomputer yang anda gunakan.

2.  Reliabilitas tinggi

      Dengan menggunakan jaringan komputer anda mendapatkan reliabilitas tinggi dengan memiliki sumber daya alternatif. misalnya data yang digunakan dapat disimpan atau copy ke beberapa komputer yang terhubung den u copy ke beberapa komputer yang terhubung dengan jaringan. sehingga bila salah satu komputer rusak, maka salinan dikomputer lain masih dapat digunakan.

3.  Hardware sharing

      Dengan menggunakan jaringan anda dapat menggunakan hardware secara bersamaan. dengan jaringan sebuah printer dapat digunakan bersama-sama dengan pengguna lain. Begitu pula dengan penggunaan scanner, CD/DVD rom, dan perangkat lainnya.

4.  Keamanan data terjamin

      Dengan jaringan memungkinkan seorang administrator untuk dapat mengontrol data-data penting agar dapat diakses oleh pengguna yang berhak ssaja, sehingga keamanan data akan terjamin.

5.  Menghemat biaya

      Dengan menggunakan jaringan penghematan perangkat dapat dilakukan, karena sbuah perangkat dapat dilakukan, karena sebuah perangkat dapat digunakan secara bersama-sama. misalnya, penggunaan printer, scanner, dan DV/DVD rom.





Jenis-jenis Jaringan

      Berdasarkan jangkauan area atau lokasi, jaringan dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

1.  Local Area Network (LAN)

      LAN adalah sebuah jaringan yang hanya mencakup area kecil. seperti : gedung kampus, gedung sekolah.

2.  Metropolitan Area Network (MAN)

      MAN merupakan jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan jaringan LAN tetapi lebih kecil dari WAN. JAringan MAN dan jaringan WAN sama-sama menghubungkan beberapa LAN yang membedakan hanya lingkup areanya yang berbeda.

3.  Wide Area Network (WAN)

       WAN adalah jaringan antara LAN satu dengan LAN lain yang dipisahkan oleh lokasi yang cukup jauh. misalnya penggunaan WAN adalah hubungan antara kantor cabang yang ada diberbagai macam daerah.





Tipe Jaringan 

     Terdapat 2 (dua) tipe jaringan yang dapat digunakan dalam mengukur sebuah jaringan komputer, yaitu :

1.  Client Server

      Tipe jaringan client server menguhubungkan komputer server dengan beberapa komputer client/workstation. komputer server adalah kompuiter yang menyediakan fasilitas bagi komputer lain yang terhubung dalam jaringan. Sedangkan komputer client adalah komputer yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh komputer server. komputer server pada sebuah jaringan type client server disebut dengan "Dedicate Server" karena komputer yang digunakan hanya sebagai penyedia fasilitas untuk komputer client/workstation. komputer server tidak dapat berperan sebagai komputer client/workstation.

        keunggulan tipe jaringan client server :

    1. terdapat seorang sebagai administrator jaringan yang bertugas mengelola system keamanan dan administrasi jaringan, sehingga system keamanan dan administrasi jaringan lebih terkontrol.

    2. Komputer server dapat difungsikan sebagai pusat data, komputer client dapat mengakses data yang ada dari komputer client manapun. Apabila terdapat komputer client yang rusak, pengguna masih dapat mengakses data dari komputer client lain.

    3. Pengaksesan dara lebih tinggi karena penyediaan dan pengelolaan fasilitas jaringan dilakukan oleh komputer server tidak terbebani dengan tugas lain sebagai workstation.

    4. Pada tipe jaringan client server system back-up data dapat dilakukan terpusat di komputer server. Apabila data pada komputer client/workstation mengalami masalah atau kerusakan masih tersedia back-up pada komputer server.

        Kelemahan jaringan client server :

    1. Membutuhkan buaya mahal, akrena membutuhkan sebuah komputer yang memiliki kemampuan tinggi yang difungsikan sebagai komputer server.

    2. Kelancaran jaringan tergantung pada komputer server. jika komputer server mengalami kerusakan maka seluruh jaringan akan terganggu.

2.  Peer To Peer

      Tipe jaringan Peer to peer menghubungkan beberapa komputer dalam jaringan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer yang terhubung tanpa perantara komputer server. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai komputer server sekaligus sebagai komputer client.

        Kelemahan jaringan Peer to peer :

     1. Semua komputer yang terhubung jaringan memiliki hak yang sama.

     2. Biaya lebih murah. karena, tidak memerlukan komputer server.

     3. Kelancaran jaringan tidak tergantung pada komputer server.

        Kelemahan jaringan Peer to peer :

     1. Troubleshooting jaringan lebih rumit.

     2. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing pengguna dengan mengatur keamanan pada fasilitas yang dimiliki.

     3. Data tersebar pada masing-masing komputer, maka back-up data dilakukan pada masing-masing

Algoritma


LOGIKA ALGORITMA

A.DEFINISI ALGORITMA
          Sejarah mengatakan bahwa Algoritma berasal dari nama seorang ahli matematika bangsa Arab yaitu Abu Ja'far Muhammad ibnu Musa al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca oleh orang Barat menjadi Algorism. Perubahan kata algorism menjadi algorithm karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Lambat laun kata algorithm dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna aslinya. Dalam bahasa Indonesia kata algorithm diserap menjadi algoritma

Algoritma bisa diartikan sebagai sebuah urutan atau langkah- langkah yang logis dan juga disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah ataupun menjalankan sebuah program. Karena merupakan langkah-langkah, maka algoritma tidak dapat dilakukan secara melompat-lompat, harus tersusun berurutan. Selain itu, langkah-langkah tersebut harus bisa ditentukan nilainya benar atau salah. Algoritma. Kamus besar bahasa Indonesia (Balai Pustaka 1988) secara formal mendefinisikan algoritma sebagai urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.

Dalam algoritma, hal-hal yang juga ditekankan adalah alur pikiran setiap programmer,karena setiap programmer berbeda terkadang alur runtutan algoritma tiap programmer berbeda namun output yang dimaksudkan sama. Penekanan yang lain adalah secara tertulis yang dapat berupa kalimat, gambar ataupun tabel tertentu.


B.   STANDAR ALGORITMA YANG BAIK

Algoritma sangat erat hubungan nya dengan baik atau tidaknya suatu program untuk berjalan.Untuk membuat suatu program yang baik dan efisien, kita perl membuat algoritma yang tepat karena Algoritma menjadi bahasa pemrograman dari program yang ada.
Algoritma yang tepat berarti dalam sebuah pemasukan data, akan menghasilkan output yang sebanding dengan input yang diberikan programmer. serumit apapun sebuah algoritma, jika memberikan output yang salah, maka algoritma tersebut bukanlah algoritma yang tepat.
Dalam menciptakan program yang tepat,algoritma yang digunakan haruslah efisien dan efektif. Keefisienan suatu algoritma dapat dilihat ketika kita menjalankan program tersebut kita tidak perlu melewati proses yang rumit untuk menginput data untuk dijalankan program tersebut.Selain itu,output yang dihasilkan juga memiliki keakuratan yang baik. Keefisienan algoritma yang dibuat juga harus efisien dalam penggunaan memori. Keefektifan algoritma yang dibuat berpengaruh dalam pemakaian waktu yang kita perlukan untuk menjalankan program tersebut.
Algoritma juga dapat dikatakan sebagai algoritma yang baik apabila bersifat umum, sehingga bisa menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Dalam system kasir misalnya, algoritma dapat menentukan jenis barang beserta haga nya, menotalkan harga barang yang di beli.
Algoritma juga harus mudah untuk dipahami, karena apabila terlalu rumit maka ditakutkan sebuah program tidak akan dapat di kelola dan dikembangkan denga baik. Dan juga Portabilitas yang tinggi (Portability). Bisa dengan mudah diimplementasikan di berbagai platform komputer.



C.   PENYAJIAN ALGORITMA

Dalam menyajikan algoritma dapat di bagi dalam dua format.yakni format tulisan dan fotmat simbol.
1.     Format Tulisan
Penyajian algoritma dalam format tulisan berarti algoritma dituangkan dengan menggunakan bahasa seperti deskripsi langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah tertentu. Penyajian tersebut dapat berupa bahasa natural dan pseudocode. Pseudocode adalah penjabaran ide-ide dari algoritma. Cara pseudocode adalah merenggangkan kata-kata sehingga tidak terlalu formal. Pendekatan ini umumnya digunakan ketika bahasa pemrograman yang akan digunakan telah diketahui sejak awal.

2.     Format Simbol
Penyajian algoritma dengan format tulisan dituangkan dengan penggunaan gambar geometris seperti bentuk segi enam,jajaran genjang,persegi,dsb.Setiap bentuk geometris tersebut memiliki artinya masing-masing yang sudah terprogram dengan program yang dibuat. Ada beberapa metode penyajian algoritma dalam format gambar diantaranya: flow chart,structure chart,dsb.
Flow chart sendiri adalah cara yang paling sering dilakukan. Flowchart adalah sebuah runtutan yang berbentuk bagan untuk menunjukkan sebuah proses pemecahan masalah. Setiap runtutan memiliki symbol masing-masing, mulai dari start, input, proses, inisial, deciding dan lain-lain Sedangkan garis menunjukkan penghubung antara proses. Disamping itu flow chart juga berguna sebagai fasilitas untuk memudahkan pemrogram berkomunikasi  ketika bekerja dalam tim suatu proyek.


Flowchart


FLOWCHART
                   
Ø Pengertian Flowchart
Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.
Ø Tujuan Membuat Flowchart
·         Menggambarkan urutan atau tahapan dari penyelesaian masalah
·         Menggambarkan permasalahan secara sederhana, terurai, rapi dan jelas

Ø Cara Membuat Flowchart

Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
1.       Input berupa bahan mentah
2.       Proses pengolahan
3.       Output berupa bahan jadi.
Ø Jenis Flowchart
Flowchart terbagi atas 5 jenis, yaitu :
1.      Bagan alir sistem (systems flowchart).
2.      Bagan alir dokumen (document flowchart).
3.      Bagan alir skematik (schematic flowchart).
4.      Bagan alir program (program flowchart).
5.      Bagan alir proses (process flowchart).

Ø Simbol Flowchart

Dalam menggambar sebuah flowchart diperlukan simbol-simbol yang representatif agar urutan atau tahapan suatu penyelesaian masalah yang digambarkan dengan flowchart dapat terlihat secara jelas dan mudah dipahami.
Simbol-simbol yang di pakai dalam flowchart dibagi menjadi 3 kelompok :

1.     Flow direction symbols

Simbol ini digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain dan disebut juga connecting line.

2.     Processing symbols

Simbol ini menunjukan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses/prosedur.

3.     Simbol input/output

Simbol yang menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.

Ø Berikut Simbol Flowchart Dan Fungsinya





Ø Contoh Flowchart



SMACKDOWNCORONA

Web Resmi  COVID -19                          https://www.covid19.go.id/ Web Resmi COVID- Pemerintah melalui Gugus Tugas ...